NPM : 17116925
Kelas : 4KA19
1. Sebutkan dan jelaskan bahaya-bahaya risiko yang dimiliki Sistem Informasi?
Menurut Hughes (2006, p36), dalam penggunaan teknologi informasi berisiko terhadap kehilangan informasi dan pemulihannya yang tercakup dalam 6 kategori, yaitu keamanan, ketersediaan, daya pulih, performa, daya skala dan ketaatan. akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Keamanan
Risiko yang informasinya diubah atau digunakan oleh orang yang tidak berwenang. Misalnya saja kejahatan komputer, kebocoran internal dan terorisme cyber.
b. Ketersediaan
Risiko yang datanya tidak dapat diakses setelah kegagalan sistem, karena kesalahan manusia (human error), perubahan konfigurasi, dan kurangnya penggunaan arsitektur.
c. Daya Pulih
Risiko dimana informasi yang diperlukan tidak dapat dipulihkan dalam waktu yang cukup, setelah terjadinya kegagalan dalam perangkat lunak atau keras,ancaman eksternal, atau bencana alam.
d. Performa
Risiko dimana informasi tidak tersedia saat diperlukan, yang diakibatkan oleh arsitektur terdistribusi, permintaan yang tinggi dan topografi informasi teknologi yang beragam.
e. Daya Skala
Risiko yang perkembangan bisnis, pengaturan bottleneck, dan bentuk arsitekturnya membuatnya tidak mungkin menangani banyak aplikasi baru dan biaya bisnis secara efektif.
f. Ketaatan
Risiko yang manajemen atau penggunaan informasinya melanggar keperluan dari pihak pengatur. Yang dipersalahkan dalam hal ini mencakup aturan pemerintah, panduan pengaturan perusahaan dan kebijakan internal.
2. Sebutkan dan jelaskan 3 jenis risiko pada pendekatan audit berbasis risiko ?
a. Risiko inheren : kemungkinan kerugian terjadi sebelum memperhitungkan faktorfaktor pengurang risiko. Dalam mengevaluasi risiko jenis ini auditor harus mempertimbangkan apa jenis dan sifat risiko serta faktor apa yang menunjukkan risiko ada.
b. Risiko control : mengukur kemungkinan proses kontrol yang ada untuk membatasi atau menangani risiko inheren apakah tidak efektif. Untuk memastikan audit telah tepat, auditor harus memahami mana kontrol yang efektif terlebih dahulu.
c. Risiko audit : risiko bahwa cakupan audit tidak menjangkau exposure bisnis yang cukup penting. Pro-forma audit dapat dikembangkan untuk mengurangi risiko audit, hal ini menyediakan panduan apa kontrol utama yang harus ada untuk menghadapi risiko dan apa yang harus dipatuhi atau pengujian substantif yang harus dilakukan.
3. Sebutkan dan jelaskan efek risiko dalam sistem informasi?
a. Strategi (Strategic) : risiko dimana sistem informasi tidak sesuai dengan tujuan organisasi dan tidak mendukung pencapaian misi.
b. Operasi (Operations) : risiko dimana sistem informasi menimbulkan beban yang terlalu besar bagi organisasi. Selain itu ketergantungan organisasi terhadap suatu sistem informasi berarti apabila sistem tersebut tidak tersedia selama waktu tertentu dapat menimbulkan risiko besar bagi operasional.
c. Pelaporan (Reporting) : risiko dimana sistem informasi tidak dapat diandalkan untuk menghasilkan informasi yang akurat, lengkap dan tepat waktu.
d. Kepatuhan (Compliance) : risiko dimana sistem informasi malah menimbulkan pelanggaran hukum dan regulasi yang merugikan bagi organisasi baik secara finansial maupun reputasi.
a. Fraud (Kecurangan/manipulasi)
Fraud atau yang dikenal dengan (kecurangan) adalah salah satu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab dari dalam dan atau luar organisasi/perusahaan, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompoknya yang secara langsung dengan cara merugikan pihak lain.
b. Business interruption (Gangguan bisnis)
Business interruption adalah sebuah jenis produk asuransi yang memberikan jaminan kerugian atas hilangnya keuntungan/pendapatan keuntungan yang mungkin akan diperoleh, sebagai akibat musibah karena kebakaran, bencana alam, dan lain-lain, yang dialami usaha/pabrik milik tertanggung.
c. Errors
yaitu terjadinya suatu sistem tidak berfungsi secara normal
d. Customer dissatisfaction
yaitu terjadinya ketidakpuasan di pihak konsumen
e. Poor public image
yaitu terjadinya citra yang buruk di mata masyarakat
f. Ineffective and inefficient use of resources
yaitu terjadinya penggunaan sumber daya yang tidak tepat dan pemborosan
a. Cukup (Sufficient). Faktual, memadai dan meyakinkan dimana seseorang yang bijak akan mengambil kesimpulan yang sama dengan auditor.
b. Kompeten (Competent). Handal dan merupakan Dapat diandalkan dan hasil terbaik dari penggunaan metode audit yang tepat.
c. Relevan (Relevant). Mendukung temuan dan rekomendasi audit serta konsisten dengan tujuan audit.
d. Berguna (Useful). Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya.
6. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis bukti audit sistem informasi
a. Bukti Fisik (Physical evidence).
Secara umum diperoleh dari hasil pengamatan terhadap orang, properti atau peristiwa bisa dalam bentuk foto, peta dan sebagainya. Bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan haruslah didukung dengan contoh-contoh yang terdokumentasi atau bila tidak memungkinkan hendaknya didukung pengamatan lain yang menguatkan
b. Bukti Kesaksian (Testimonial evidence).
Dapat berbentuk surat, pernyataan atau wawancara yang tidak bersifat konklusif karena merupakan pendapat seseorang. Bukti jenis ini hendaknya didukung dokumentasi selama memungkinkan.
c. Bukti Dokumen (Documentary evidence).
Merupakan bukti yang paling lazim dalam audit bisa berupa surat, perjanjian, kontrak, perintah, memo dan berbagai jenis dokumen bisnis lain. Bukti jenis ini dapat juga diperoleh dari arsip komputer menggunakan alat dan teknik audit yang tepat. Sumber dokumen akan menentukan tingkat kehandalan dan tingkat kepercayaan, tentunya kualitas proses kontrol internal ikut dipertimbangkan.
d. Bukti Analitis (Analytical evidence).
Umumnya diperoleh dari hasil komputasi, perbandingan terhadap standar, operasi masa lalu atau operasi sejenis. Penggunaan perangkat komputer yang tepat sangat membantu auditor pada perolehan bukti jenis ini. Regulasi dan penalaran umum juga dapat menghasilkan bukti jenis ini.
7. Berilah kesimpulan dengan bahasa kalian sendiri
Seiring berkembangnya teknologi sistem informasi yang semakin kompleks maka resiko - resiko akan muncul pada Sistem informasi tersebut. seperti penyalahgunaan informasi dengan cara diubah atau digunakan yang merugikan pihak tertentu, maupun human error yang mengakibatkan kegagalan sebuah sistem yang menyebabkan data tidak dapat diakses, maka dibutuhkan suatu proses audit yaitu suatu proses dikumpulkannya data dan dievakuasinya bukti untuk menetapkan suatu sistem sudah efektif dan berjalan sesuai kebutuhan perusahaan. segala jenis resiko dan efek resiko dikaji dalam proses audit agar nantinya dapat diketahui keadaan dari sistem, mengamankan sistem dari kerusakan maupun penyalahgunaan informasi dan nantinya dapat membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Bukti audit harus jelas yaitu berbentuk fisik, kesaksian, dokumen dan analisis.
Referensi :
- http://fasilkom.mercubuana.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/MODUL-PERKULIAHAN-AUDIT-SISTEM-INFORMASI.pdf
- https://slideplayer.info/slide/3164721/