Kamis, 25 Oktober 2018

Artificial Neural Network

Pengertian Artificial Neural Network 


Neural network adalah model yang terinspirasi oleh bagaimana neuron dalam otak manusia bekerja. Tiap neuron pada otak manusia saling berhubungan dan informasi mengalir dari setiap neuron tersebut. Gambar di bawah adalah ilustrasi neuron dengan model matematisnya.


Tiap neuron menerima input dan melakukan operasi dot dengan sebuah weight, menjumlahkannya (weighted sum) dan menambahkan bias. Hasil dari operasi ini akan dijadikan parameter dari activation function yang akan dijadikan output dari neuron tersebut.



Sejarah Artificial Neural Network 

Perkembangan ilmu Artificial Neural Network sudah ada sejak tahun 1943 ketika Warren McCulloch dan Walter Pitts memperkenalkan perhitungan model neural network yang pertama kalinya. Mereka melakukan kombinasi beberapa processing unitsederhana bersama-sama yang mampu memberikan peningkatan secara keseluruhan pada kekuatan komputasi.



Hal ini dilanjutkan pada penelitian yang dikerjakan oleh Rosenblatt pada tahun 1950, dimana dia berhasil menemukan sebuah two-layer network, yang disebut sebagai perceptron. Perceptron memungkinkan untuk pekerjaan klasifikasi pembelajaran tertentu dengan penambahan bobot pada setiap koneksi antar-network.





Keberhasilan perceptron dalam pengklasifikasian pola tertentu ini tidak sepenuhnya sempurna, masih ditemukan juga beberapa keterbatasan didalamnya. Perceptron tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan XOR (exclusive-OR). Penilaian terhadap keterbatasan neural network ini membuat penelitian di bidang ini sempat mati selama kurang lebih 15 tahun. Namun demikian, perceptron berhasil menjadi sebuah dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya di bidang neural network.


Pengkajian terhadap neural network mulai berkembang lagi selanjutnya di awal tahun 1980-an. Para peneliti banyak menemukan bidang interest baru pada domain ilmu neural network. Penelitian terakhir diantaranya adalah mesin Boltzmann, jaringan Hopfield, model pembelajaran kompetitif, multilayer network,  dan teori model resonansi adaptif.


Untuk saat ini, Neural Network sudah dapat diterapkan pada beberapa task, diantaranya classification, recognition, approximation, prediction, clusterization, memory simulation dan banyak task-task berbeda yang lainnya, dimana jumlahnya semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

1943       : Waffen McCulloh dan Walter Pitts merancang model matematis dari sel-sel otak.
1949       : Hebb menyatakan informasi dapat disimpan dalam koneksi-koneksi antar neuron.
1958     : Rosenblatt mengembangkan konsep dasar tentang perceptron untuk klasifikasi pola.
1982       : Kohonen mengembangkan metode jaringan syaraf buatan unsupervised learning.
1982       : Grossberg mengenalkan sejumlah arsitektur jaringan (ART,ART2,ART3).
1982       : Hopfield mengembangkan jaringan syaraf reccurent untuk menyimpan informasi.


Pelatihan Pada Artificial Neural Network 

      1.      Supervised Training (Pelatihan Terbimbing)

      Dalam pelatihan dengan supervisi, terdapat sejumlah pasangan data (masukan target keluaran) yang dipakai untuk melatih jaringan hingga didapatkan bobot jaringan yang diinginkan. Untuk setiap kali pelatihan, suatu input diberikan ke jaringan akan memproses dan mengeluarkan keluaran. Selisih antara keluaran jaringan dengan target merupakan kesalahan yang terjadi. Jaringan akanmemodifikasi bobot sesuai dengan kesalahan tersebut


      Contoh dari metode pelatihan terbimbing yang sering digunakan yaitu Single Perceptron, Multi Perceptron dan Back Propagation

     2.      Unsupervised Training (Pelatihan Takterbimbing)

Dalam jaringan Unsupervised, jaringan ini terdiri dari dua layar atau lapisan, yaitulayar input dan layar kompetensi. Layar input menerima data eksternal. Layarkompetitif berisi neuron-neuron yang saling berkompetisi agar memperolehkesempatan untuk merespon atau menanggapi sifat-sifat yang ada didalam datamasukan. Neuron yang memenangkan kompetisi akan memperoleh sinyal

yang berikutnya ia teruskan. Bobot dari neuron pemenang akan dimodifikasi sehinggamenyerupai dengan data masukkan.

Contoh model yang digunakan : Competitive dan Neocognitron

     3.      Hybrid (Hibrida)

Yaitu merupakan kombinasi dua atau lebih teknik / metode pembelajaran supervisi dan tanpa unsupervised yang bertujuan menggabungkan kekuatan masing-masing teknik tersebut dan meminimalkan kekurangannya, sehingga dapat menjadikan alternatif atau solusi untuk mengoptimalkan opini benar atau tidaknya suatu data yang terkumpul untuk dijadikan bahan dalam proses pengambilan keputusan. Pada metode yang ke 3 ini juga dapat dikatakan sebagai Integrasi dari beberapa computer system tools untuk menyelesaikan masalah. Tujuannya adalah agar antara satu system dengan sitem yang lainya saling melengkapi kekurangan dari masing-masing sistem, sehingga keputusan akan dapat dengan mudah untuk diambil dan permasalahan akan dengan mudah terselesaikan


Sumber :
https://medium.com/@samuelsena/pengenalan-deep-learning-8fbb7d8028ac
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_saraf_tiruan


Selasa, 10 Juli 2018

System Development Life Cycle (SDLC)








System Development Life Cycle disingkat dengan SDLC. SDLC merupakan siklus pengembangan sistem. Pengembangan sistem teknik (engineering system development). SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu 

  1. initiation, 
  2. analysis, 
  3. design  
  4. implementation.
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan hasil kegiatannya (deliverable). SDLC didefinisikan oleh Departemen Kehakiman AS sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakan oleh analyst system, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC mencakup kebutuhan (requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan menghasilkan sistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efsien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan lebih lanjut.

Berikut ini adalah tahapan – tahapan dalam Sistem Development Life Cycle (SDLC) meliputi :

A.    Perencanaan Sistem (Systems Planning)

Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study). Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :
• Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.
• Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
• Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui
pengembangan sistem.
• Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
• Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.

B.     Analisis Sistem (Systems Analysis)

Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:
• Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.
• Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat
dimodelkan dengan sistem.
• Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.
• Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
• Mendefinisikan kebutuhan sistem.

C.     Perancangan Sistem (Systems Design)

Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:
• Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem.
• Menganalisa data dan membuat skema database.
• Merancang user interface.

D.    Implementasi Sistem (Systems Implementation)

Tahap berikutnya adalah implementasi yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap
tahap sebelumnya dan melakukan uji coba.
Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
• Pembuatan database sesuai skema rancangan.
• Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
• Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).

E.      Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance)

Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.

Sekian penbahasan secara singkat mengenai System Development Life Cycle atau disingtkat SDLC.

Selasa, 12 Juni 2018

PERLINDUNGAN TERHADAP ASPEK-ASPEK (CONFIDENTIALITY,INTEGRITY,AVAILABILITY) PADA INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM (ISMS)





Kali ini saya akan membahas tentang  pengertian dan manfaat dari perlindungan aspek-aspek confidentiality, integrity, dan availability pada ISMS (Information Security Management System) yang akan saya rangkum secara singkat. langsung saja kita mulai dengan membahas pengertian dari ISMS.

apa itu ISMS?

ISMS adalah sebuah rencana manajemen yang menspesifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk mengimplementasi kontrol keamanan yang sesuai kebutuhan organisasi. ISMS di desain untuk melindungi data informasi dari gangguan-gangguan keamanan. ISMS di Indonesia dapat disebut dengan SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).

Standar ISMS ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27002 serta standar terkait yang diterbitkan oleh ISO dan IEC. Standar ini mencakup tipe-tipe organisasi seperti perusahaan komersial, agen pemerintahan, dan organisasi lainnya.

Service keamanan suatu informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek – aspek sebagai berikut :

  1. Confidentiality (kerahasiaan) yaitu merupakan aspek yang digunakan sebagai tujuan menjamin mengenai kerahasiaan suatu data dan informasi, serta dapat dipastikan bahwa informasi hanya bisa digunakan dan diakses oleh orang yang sudah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Dapat memastikan serta menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima maupun disimpan.              
  2. Integrity (integritas) yaitu merupakan aspek yang dapat melindungi bahwa data tersebut tidak bisa diubah serta diakses tanpa adanya izin dari pihak yang bersangkutan serta dapat menjamin ketepatan sebuah data yang bisa dipertanggung jawabkan dan keutuhan dari informasi tersebut.                                                                                                                                                
  3. Availability (ketersediaan) yaitu merupakan  aspek yang memastika bahwa sebuah data akan ada pada saat diperlukan oleh user lain dan memastikan user dapat menggunakan suatu informasi yang telah tersedia dari perangkat yang terkait.


Manfaat

Keamanan informasi merupakan suatu upaya dalam mengamankan aset informasi yang dimiliki. Keamanan informasi menitikberatkan pada data atau informasi milik perusahaan. Usaha yang dilakukan pemilik data adalah merencanakan yang dilakukan kemudian hari, mengembangkan data yang sudah ada serta mengawasi semua kegiatan yang berkaitan dengan  data dan informasi bisnis sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya dan tidak digunakan yang salah atau disebarkan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. berikut ini adalah manfaat lainya :

  1. ISO 27001 mengharuskan Anda terus memperbaharui sistem keamanan informasi perusahaan Anda. Dengan demikian, Anda dapat memperkirakan jumlah kebutuhan keamanan dan sumber daya yang diperlukan dalam jumlah yang tepat.                                    
  2. Sertifikasi ini dapat memberikan jaminan dan kepercayaan kepada seluruh mitra Anda, karena manajeman perusahaan memiliki keamanan informasi standar internasional.
  3. Menjamin bahwa perusahaan Anda menggunakan kontrol keamanan informasi di lingkungan bisnis, sehingga dapat menghindari kemungkinan resiko atau gangguan.
  4. Dengan ISO 27001 ini juga akan membantu mempromosikan perusahaan Anda untuk memperluas mitra kerja.
  5. Operasionalisasi perusahaan akan berjalan lancar karena tugas-tugas terorganisir dan proses bisnis dapat teridentifikasi secara jelas.
  6. Dalam pengelolaan keamanan informasi, ISO 27001 dapat membantu perusahaan untuk menjalankan perubahan-perubahan secara berkesinambungan.

Sabtu, 05 Mei 2018

UJIAN NEGARA BERBASIS KOMPUTER, SUDAH TEPAT?


Ujian Nasional (UN) online dilaksanakan serentak pada tanggal 2 April 2018. Kebetulan adik  saya baru saja selesai melaksanakan UN ini yang menjadi salah satu alas an saya membuat tulisan ini. UN Dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu pada pukul 07.30-09.30, 10.30-12.30, dan 14.00-16.00. UN online ini merupakan salah satu bentuk terobosan pemerintah.
Sebagian pihak menyebut UN online ini dengan Ujian Nasional Computer Based Test (UNCBT). Apa pun istilahnya, ujian nasional online ini sangat berbeda dengan ujian nasional yang secara konvensional diselenggarakan selama ini dengan menggunakan kertas.
UN berbasis komputer ini bukanlah hal yang baru, metode ini menimbulkan pro dan kontra. Bagi pihak yang pro, terutama pihak penyelenggara dalam hal ini pemerintah, memandang bahwa ujian online sangat menghemat anggaran (less paper) dan distribusi materi soalnya cepat dan murah, efisien dan dapat mempersempit peluang kebocoran soal.
Sedangkan bagi yang kontra, bisa datang dari sebagian kalangan sekolah, siswa dan masyarakat umumnya, memandang ujian online ini sangat rumit dan sulit diterapkan. Karena belum melakukan persiapan yang matang dan terkesan buru-buru.
Ujian online ini diselenggarakan oleh pemerintah hanya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap saja. Sekolah yang belum siap tidak diwajibkan melakukan ujian online, namun  masih diperbolehkan secara konvensional dengan kertas. Kebijakan ini mengesankan bahwa pemerintah seolah-olah hanya ingin coba-coba. Kebijakan ‘membebaskan’ sekolah juga diberikan dalam hal pelaksanaan kurikulum 2013, selain ujian online ini. Masyarakat pun bingung atas keperpihakan pemerintah yang kurang tegas ini.
Masyarakat wajar jika masih bersikap kontra terhadap ujian online ini. Karena merasa tidak memperoleh dukungan penuh dari pemerintah terhadap kesiapan sekolah. Jika pemerintah hanya menanyakan soal kesiapan, tanpa memberikan solusi keberdayaan setiap sekolah, maka ujian nasional online ini akan selamanya tidak siap. UN online memerlukan kelengkapan prasyarat yang tidak sederhana. Misalnya, ketersediaan perangkat computer tiap sekolah, kecukupan daya listrik, kecakapan siswa mengakses soal secara online, dan lain-lain.
Tidak semua sekolah memiliki computer yang memadai. Baik jumlah computer maupun support system yang ada, misalnya kapasitas ram-nya. Tidak semua sekolah memiliki daya listrik yang cukup, meskipun bisa saja disediakan jenset namun biayanya tentu tidak murah. Dan tidak semua siswa siap menjawab soal secara online, walaupun sudah dilakukan try-out, akan tetapi benarkah sudah siap secara mental dan psykis. UN online juga tidak menutup kemungkinan bocor soalnya, karena hacker dapat saja menembus dan mencuri data ataupun mengacak-acak datanya.
Dengan melihat berbagai permasalahan di atas, lantas tidakkah perlu UN online?
Menurut pandangan saya, UN Online tetap perlu dan harus. Apalagi menghadapi tantangan dunia yang berkembang sangat cepat. Teknologi online perlu diadopsi untuk kemajuan sistem pendidikan kita. Hanya saja, kita tidak boleh serampangan mengganti-ganti seperti metode ujian nasional ini jika memang kita tidak siap. Ada baiknya pemerintah melakukan penelitian dengan uji coba bagi beberapa sekolah percontohan di tiap provinsi. Obyek penelitian ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun sambil memperbaiki segala permasalahan yang timbul di lapangan.
Tahun ini rasanya sulit jika harus sedikit memaksakan pelaksanaan UN Online tanpa dilakukan persiapan sebaik mungkin. Apalagi jika tidak ada guru dan mata pelajaran Teknik Informatika di sekolah. Ini akan menjadi kendala serius bagi sekolah untuk menyiapkan perangkat hardwaredan softwareyang berhubungan dengan kegiatan online, karena orang yang kompeten tidak tersedia.
Jadi, Segala bentuk kebijakan yang di terapkan pemerintah melalui Kemendikbud, wajib didukung oleh siapa saja yang bersangkutan. Tetapi dalam kenyataanya UNBK ini masih memiliki kendala yang mebghambat proses kegiatan UNBK itu sendiri. Tentunya pemerintah harus lebih siap dalam menangani apa saja yang dibutuhkan peserta agar tidak terlalu diberatkan. Jika pemerintah tidak bisa memfasilitasi sebaiknya UN kembali dilaksanakan secara manual menggunakan kertas dan tidak dipaksakan menjalankan UNBK.
#sabtulis



Sabtu, 28 April 2018

LANTAI ENAM







Dengan cepat suara bising membelah keheningan pagi yang tenang. “Duarr duar duarrr” suara senapan laras panjang memuntahkan timah panas. Pasukan musuh telah menyerang ke daerah pertahanan  kami, mereka menyerbu gedung kosong yang kami jadikan sebagai tempat bermalam dengan serentak, tanpa adanya  kesiapan, diriku sebagai Sersan satu dan juga pemimpin dalam divisi ini langsung memerintahkan kepada bawahanku agar membalas menembak. Pukul setengah empat sudah terjadi baku tembak di kota ini, dalam keadaan belum siap, kami semua melawan dengan sekuat tenaga kami dengan pasukan yang tersisa.

            Gedung kosong yang kami singgahi untuk beristirahat mempunyai enam tingkat, dan pasukan kami berada di lantai paling atas. Di luar sana musuh semakin banyak, dan lebih buruknya lagi sang memimpin pasukan musuh adalah sahabatku sendiri, amin. Ia adalah sahabatku sejak kecil.

            Tiba-tiba terdengar suara ledakan diluar, ternyata suara itu berasal dari ledakan granat pasukan musuh yang mencoba menghancurkan pintu utama rumah ini. Dengan cepat aku memerintahkan regu sergap untuk menjaga lantai dasar, dengan sigap regu sergap mulai turun dan berjaga di lantai dasar. Hal itu terjadi dengan cepat, pasukan musuh dapat menghancurkan pintu utama dan terjadilah baku tembak di lantai satu. Naasnya, regu sergap milikku tidak dapat menahan pasukan musuh dan mereka semua tewas.

           Lantas pasukan musuh mulai naik menuju ke lantai dua, disana sudah ada regu enam yang akan menghandang pasukan musuh, tanpa  perlu dikomandoi merekapun saling baku tembak. Entah mengapa, pasukan musuh bukannya berkurang malah bertambah, layaknya laron-laron yang berdatangan menuju lampu di saat hari menjelang malam. Pasukan regu enam kamipun kalah di lantai dua gedung dengan lemparan-lemparan granat. Tanpa basa-basi musuh naik ke lantai tiga, disana sudah dihadang pasukan regu empat milikku. tapi nasib mereka sama seperti pasukan di lantai sebelumnya, kalah dalam baku tembak.

            Dan sampai ke lantai empat yang dihadang oleh pasukan regu satu, dan regu inipun kalah, dan sampailah mereka di lantai lima, yang dimana pasukan regu utama dan Aku menghadang. Disinilah perang besar terjadi, pasukan musuh banyak yang tewas, walau begitu pasukan merekapun muncul terus-menerus sampai kami kewalahan menghadapinya.

            Dilain sisi, aku menarik komandan utama musuh, lebih tepatnya sahabatku sendiri Amin, menuju ke salah satu kamar di lantai lima. Kami melakukan perundingan, akan tetapi Amin tidak menyetujui hasil perundingan, karena Ia tidak menyetujuinya kamipun berduel satu lawan satu untuk menentukan siapa yang dominan.

             Awalnya kami saling baku tembak dengan senapan laras panjang, saat duel laras panjang diriku terluka dibagian tangan kiri dan Amin dibagian kakinya, kami berduel sampai amunisi laras panjang kami habis. Setelah habis amunisi kami, kami berganti menjadi duel menggunakan pistol. Sama seperti tadi, kami berduel sampai amunisi habis, akan tetapi saatnya duel ini kami tidak ada yang terluka. Amunisi habis, dan kami berganti berduel dengan menggunakan senjata pisau, kami saling menyerang dan saling melukai. Dalam duel ini aku terdesak dipojok kamar, akan tetapi Aku tidak menyerah Aku berusaha sekuat mengkin untuk bertahan.  Dengan sigap diriku melompati Amin, lalu aku menikam dirinya dari belakang dan dirinyapun tewas seketika dihadapanku. Walau begitu, hatiku merasa sedih karena telah membunuh sahabatku sendiri yang sudah lama Aku kenal, dengan besar hati Aku meninggalkan mayat sahabatku dan Aku keluar dari kamar untuk menuntaskan perang ini.

            Tanpa kusangka, seluruh pasukan devisi utama tewas di lantai lima gedung, banyak sekali darah yang bercucuran diberbagai sudut ruangan. Saat Aku keluar, para pasukan musuh memandangiku dengan tatapan geram, dan mereka siap untuk menembak ke arah diriku. Mengetahui hal itu, Akupun lari menuju lantai enam, lantai puncak dalam gedung tersebut. Aku lari dan mereka membuntuti, mereka semua mengejar diriku dengan membawa senapan laras panjang dimana diriku hanya berbekal pisau sebagai pertahanan diri. Sesampainya aku di lantai enam, aku langsung bersembunyi di salah satu kamar sebelum mereka datang. Saat mereka sampai di lantai enam mereka langsung mendobrak satu persatu pintu yang ada, dan pada akhirnya pintu kamar tempat aku bersembunyi telah didobrak, dan diriku ditemukan, tanpa basa-basi mereka langsung menembakki diriku, seluruh badanku tertembak, kecuali bagian kepalaku.

            Aku terluka parah dan dirikupun jatuh tersungkur dalam keadaan tengkurap. Dengan keadaanku yang seperti itu, musuhpun langsung meninggalkanku sendirian di kamar. Disana diriku merasakan kesakitan yang amat sangat luar biasa, dalam batinku berkata “Apakah ini akhir riwayatku?”. Lama kelamaan mataku mulai terpejam, tubuhku mulai kaku, rasa sakit mulai berangsur menghilang, nafasku mulai sesak dan jantungku berdetak dengan pelan. Akupun mulai terdiam dan tak dapat merasakan apa-apa, ruhku seakan-akan mulai di cabut, aku sudah pasrah akan hal ini.

            Tiba-tiba, disuatu tempat yang sangat gelap, sunyi, dan meyeramkan, aku mendengar suatu hal, dan suara itu memanggil diriku, “Hamid, bangun Nak, bangun” seperti itulah kedengarannya. Setelah mendengar hal itu diriku langsung terperanjat dan terbangun, aku langsung duduk dan kaget dengan badanku telah basah akan keringat. Ibuku berada disampingku di tepi kasurku,

“Hamid, ada apa kok kaget seperti itu?” Tanya ibuku,

“Aku tadi mimpi buruk bu.”Jawabku.

“memangnya mimpi apa kamu?” Tanya ibu kembali, dan akupun menceritakannya kepada Ibu.

            Akhirnya ibuku mengerti dan Ia keluar dari kamarku dan menyuruhku untuk berwudhu dan shalat shubuh. Akupun melihat ke jendela, memandang keluar jendela kamarku, dalam hatiku Aku bersyukur Aku masih dapat melihat kehidupan dan kedamaian setelah aku bangun tidur, dan Aku bersyukur bahwa kejadian tadi hanyalah sebuah mimpi.

#sabtulis

Selasa, 24 April 2018

STUDI KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS PELAYANAN DAN SISTEM INFORMASI


Kali ini saya akan sedikit membahas tentang kualitas pelayanan dan sistem informasi. Topik yang saya ambil adalah aplikasi jual beli berbasis online lazada, berikut adalah sejarah lazada yang akan saya jelaskan secara singkat

Sejarah Berdirinya Lazada

Lazada merupakan situs belanja oline yang menawarkan berbagai macam jenis produk, Lazada Indonesia didirikan sekitar tahun 2012 tepatnya dilincurkan pada bulan maret dan masih merupakan bagian dari Lazada Group yang beroperasi di Asia Tenggara. Hingga kini pada tahun 2014, Lazada Group telah beroperasi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina dengan Singapura sebagai lokasi kantor pusat mereka.

Pada dasarnya Lazada meniru model bisnis retail online terbesar dunia seperti, Amazon, untuk menaklukkan pasar di Asia Tenggara. Terlebih lagi, Amazon sendiri terkesan belum serius menggarap pasar di kawasan ini atu  lebih tepatnya Amazon belum banyak pengguna di kawasan Asia Tenggara. 

Lazada Group sendiri merupakan salah satu anak perusahaan internet Jerman bernama Rocket Internet. Rocket Internet merupakan perusahaan incubator bebrbasis online yang sukses menciptakan perusahaan - perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet, antara lain Zalando, TopTarif, eDarling, Groupon (sebelumnya CityDeal).

  Banyak investor lalu tertarik menyuntikkan dana ke Lazada. Sebut saja nama besar seperti JP Morgan, retailer Swedia Kinnevik, sampai raksasa retail Inggris Tesco menjadi investor Lazada. November 2014, raksasa telekomunikasi Singapura Temasek Holding juga menyuntikkan dana USD 250 juta.

Fitur-fitur di LAZADA

A.Mudah dalam mencari kebutuhan

Tentunya belanja berbasis online ini sangat memudahkan kita dalam membeli produk kita tidak perlu untuk dating langsung ke toko untuk membeli produk. Dengan adanya lazada sangat mempermudah kita dalama membeli suatu produk apa lagi pada saat memasuki halaman utama LAZADA, Anda akan disuguhkan kolom pencarian. Disana, Anda bisa mengetik kategori, nama barang, hingga merek barang untuk mencari produk yang Anda inginkan.

B.Pilihan produk terpopuler

Jika takut produk yang kita pesan tidak sesuai keinginan, Kita bisa pilih menu produk terpopuler untuk melihat produk yang paling diminati dan sudah dibeli oleh banyak orang. Jadi tidak akan takut dalam memilih suatu produk.

C.Rating produk

Terkadang kita binggung dalam mengetahui seberapa terpercaya sebuah produk yang di tawarkan. Lazada memberikan kemudahan Ketika kita mencari produk, kita bisa mengatur rating atau kualitas produk mulai dari tertinggi hingga terendah, termahal hingga termurah.

D.Ongkos kirim ringan

Adanya ongkos kirim mungkin menjadi kekurangan online shop atau penjualan online, tapi tenang, di LAZADA Anda bisa saja tidak terkena biaya ongkos kirim alias gratis ongkir dengan syarat dan ketetntuan tertentu.


Kelebihan dan Kekurangan dari adanya aplikasi lazada

Didalam dunia jual beli online pasti terdapat kelebihan dan kekurangannya

Kelebihan  :

  1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
  2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
  3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
  4. Melebarkan jangkauan (global reach).
  5. Meningkatkan customer loyality.
  6. Meningkatkan supplier managemen.
  7. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).


Kekurangan  :

  1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
  2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban. 
  3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
  5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
  6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.


KESIMPULAN 

dewasa ini tentu aplikasi belanja berbasis online sudah tidak asing di dalam benak kita. Kemudahan yang diberikan sangat menggiurkan karna dengan duduk santai di rumah kita sudah dapat berbelanja berbagai macam produk yang kita inginkan. Tetapi dalam kenyataannya Kenyamanan yang diberikan tidak luput dari berbagai kekurangan seperti tidak terjaminnya kualitas suatu produk karna apa yang ditampilkan hanya sebuah katalog dan belum tentu menggambarkab produk asli yang di tawarkan. Jadi kemudahan yang diberikan layanan aplikasi belanja online ini memiliki kekurangan yang menjadikan pelayanan yang diberikan belum  tentu maksimal dan relatif mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saran

Menurut saya untuk layanan aplikasi semacam lazada ini seharusnya yang lebih di tonjolkan adalah standar kualitas barang yang sesuai dengan apa yang di pasarkan dalan aplikasi ini. Jadi pembeli nendapatkan pelayanan yang memuaskan.




Kelas 2ka19.
16116761
Safna Prasetiono

17116925
Zeky Pratama Saputra

Sabtu, 21 April 2018

Narasi


Bujukan Maut

Damainya sore hari menenangkan sukma. Sunyi senyap, begitulah yang bisa digambarkan dari keadaan Sma Nusajaya. Hal ini beralasan karna uts baru saja dilaksanakan dan tentunya seluruh siswa diminta pulang kerumah masing-masing.

Perkenalkan namaku Hamid, aku adalah murid kelas 11 di Sma Nusajaya. seusai uts terakhir dilaksanakan, aku bersama kedua teman disuruh berkumpul untuk mendapat pembinaan guna persiapan menghadapi kejuaraan karate tingkat DKI Jakarta. Awalnya aku malas untuk mengikuti kejuaraan ini, tapi entah kenapa guru karate kami yang bernama sensei Adi berhasil membujuk kami ber tiga mengikuti kejuaraan ini. 

Rasanya agak sedikit menyebalkan, padahal sudah waktunya pulang, tapi kami masih di sekolah. Apalagi saat itu cuaca dingin dengan hujan rintik-rintik. Kami langsung pergi ke kelas yang ditunjuk oleh guru karate kami. Ketika pembinaan dimulai Kami mendegarkan penjelasan sensei Adi. Tiba-tiba ia keluar untuk mengambil sesuatu.

Beberapa saat kemudian sensei Adi masuk ke kelas kembali. Aku terheran-heran disaat melihat sensei kami. Ia tampak kedinginan. Ia kemudian menyuruhku untuk menutup pintu agar ruangan kelas tidak terlalu dingin.

Sore itu begitu mencekam. Sampai pada suatu waktu terdengar suara ketukan dari jendela yang membuat aku merinding.

“Sei, ada yang mengetuk-ngetuk jendela,” celetuku lembut.

“Tidak ada apa-apa. Aku tidak mendengarnya,” bantah Sensei.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan lagi di jendela, kali ini lebih keras.

“Sei?, kayaknya saya gak salah dengar deh ada yang mengetuk-ngetuk jendela,” kataku.

“Iya, Sensei dengar. Coba Sensei periksa,” kata Sensei.

Akhirnya Sensei Adi menuju jendela kemudian membuka tirai yang menutupi jendela. Setelah itu, Sensei Adi kembali ke tempat duduk.

Tak berapa lama kemudian, ada yang seolah-olah mencoba membuka pintu. Tapi, karena pintu sudah dikunci, pintu itu tidak terbuka.

“Sei, sepertinya ada orang yang mau masuk,” kataku.
“Coba kamu buka,” kata Sensei.

Dengan ragu-ragu aku mencoba membuka pintu. Hobiku yang gemar membaca cerita horor membuatku berpikiran yang aneh-aneh. Jangan-jangan begitu pintu aku buka, yang muncul malah hantu.

Aku buka kunci pintu lalu kubuka pintu perlahan-lahan. Betapa kagetnya ketika yang aku lihat adalah Sensei Adi. Terang saja aku langsung menutup pintu dan lari menuju ke tempat duduk.

“Ada apa?” tanya Sensei Adi.
“Tttt.. tadi ada sosok seperti Sensei,” jawabku terbata-bata.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kelas.

“Anak-anak, keluar dari kelas itu. Itu bukan Sensei. Sensei lagi ada di luar sekarang.”

Mendengar suara teriakan itu aku jadi merinding di dalam kelas ini. Aku jadi tidak berani melihat sosok apa yang sedang duduk di meja guru. Aku bersama kedua teman berlari keluar dari dalam kelas.

“Ayo sini ikut Sensei. Kalian akan aman.”

Sosok yang mirip Sensei Adi tadi keluar kelas dan berteriak kepada kami.

“Anak-anak, jangan percaya sama dia. Coba lihat kakinya.”

Aku tidak memedulikan teriakannya. Aku berpikir itu pasti jebakan agar kami kembali ke sana. Setelah berhenti di suatu tempat di sekolah, aku merasa Sensei Adi terlihat lebih tinggi. Aku mulai mengatur nafas. Aku rasa aku sudah merasa jernih dalam berpikir. Tiba-tiba aku baru menyadari sesuatu.

#sabtulis
#narasi

Sabtu, 14 April 2018

cerpen


KATANYA JADI KE SINGAPURA?

Hamid baru saja menerima rapor semesternya, minggu depan adalah liburan semester. Ayah berjanji mengajak keluarga berlibur di desa. Semua anggota keluarga merasa senang. Karena telah lama tidak mengunjungi sanak saudara di desa. Semua gembira, kecuali hamid terlihat muram.
“Mau apa sih liburan di desa. Enakan juga ke Singapura.” protes Hamid karena keinginannya untuk melihat patung singa kembali tertunda.

“Tabungan Ayah belum cukup nak, mungkin tahun depan baru terkumpul.” Saut Ayah lembut..
“Ada apa sih di desa? Paling-paling cuma ada kambing dan sapi.” Hamid masih kelihatan kecewa.

Hamid berkata seperti itu karena dia belum pernah pergi ke desa.tetapi anggota keluarga yang lain berbeda, mereka sangat rindu pada alam pedesaan yang indah dan damai. mereka rindu pada gunung dan rindu pada air terjun dekat rumah Kakek. Rindu pada hamparan padi yang menguning. Pada burung-burung pipit yang terbang menukik berebut tanaman padi. Rindu pohon jambu di belakang rumah, rindu pada sungai yang jernih mengalir, yang karena saking jernihnya kita bisa melihat batu-batu di dasarnya. Dan tentu saja meraka tak tahan dengan kerinduan pada udara pedesaan yang bersih dan sejuk. Sebentar lagi semua kerinduan itu akan dapat terobati.

Akhirnya tibalah juga hari yang dinanti-nanti tersebut. Hamid dan keluarga menaiki kereta antar provinsi menuju rumah kakek

“Kamu pasti bakal rindu dengan rumah kakek kalo sudah pulang dari sana.” Bisik ayah padaku.

“Ya, Yah.” Saut hamid tak peduli.

Sepanjang perjalanan Masamnya raut hamid pudar karna di hibur oleh indahnya pemandangan. Gunung, laut semua telah dilewati. Juga hamparan tanaman padi yang luas membentang. Laksana karpet hijau yang menyejukkan mata. Waktu terus berlalu hamidpun tertidur di sepanjang sisa perjalanan. Sampai di stasiun hari sudah malam. Tapi Kakek telah menunggu dengan mobilnya. Perjalanan dilanjutkan dengan mobil yang dibawa Kakek. Hamid terbangun sejenak tetapi ia tidak dapat menahan kantuknya. Lalu hamid pun tertidur kembali.

Pagi hari saat Hamid bangun, udara segar langsung menyapa. Beda sekali dengan udara yang ia  rasakan sehari-hari. Yang begitu pengap dan kotor oleh debu dan asap knalpot.
“Wow, Yah!, lihat ada gunung di depan rumah Kakek!” seru Hamid dari halaman. Dia tampak sangat kegirangan. Maklum baru sekali ini Hamid berkunjung ke rumah kakek. Biasanya kakeklah yang pergi ke tempat Hamid.

Ayahpun segera keluar menemui Hamid.Hamid terpukau melihat anak-anak tetangga bermain. Mereka memanjat pohon karsem yang tumbuh di halaman. Sontak Hamid mulai bergabung dengan anak-anak itu.

“Lihat Yah, pohon ini memiliki buah seperti cherry.” katanya seraya menunjukkan buah karsem yang kemerahan.

“Itu pohon karsem.” Saut ayah seraya ikut bergabung untuk mencoba memetik salah satu buah yang matang.

“Hamid mau ikut ke sawah?” Kakek tiba-tiba sudah ada di belakang. Dibahunya terpanggul sebuah cangkul.Tampaknya beliau bersiap-siap pergi ke sawah.

“Aku ikut.” Kata Amin, anak tetangga.

“Aku juga ikut.” Sambar Hamid bersemangat.

“Ayah ada dirumah ya kalo nyariin”Kata ayah.

“Oke yah.” Saut Hamid.

Akhirnya kami bertiga berangkat ke sawah. Kami berjalan menyusuri pematang. Sementara di kanan kiri kami padi-padi sudah mulai menguning. Beberapa petani bahkan telah memanen padi mereka. Ada yang memeotong padi. Ada yang merontokkan padi. Semua bekerja dengan semangat sekali.

“Kita sudah sampai.” kata Kakek.

“Mana padinya?” tanya Hamid.

“Padinya telah selesai di panen, Mid. Sekarang Kakek sedang mempersiapkan tanah untuk musim tanam berikutnya. Kalian main-mainlah dulu.” kata Kakek.

“Lihat, ada belut.” pekik Amin yang langsung terjun ke sawah. Dengan sigap dia mengejar belut yang tadi sempat menampakkan moncongnya ke permukaan tanah yang berair. Belut malang itupun dapat ditangkap oleh Amin. Lalu akupun ikut-ikutan mencari belut. Tapi yang terjadi, aku malahan mandi lumpur. Sementara tak satupun belut dapat ku tangkap. Kakek tertawa-tawa melihat keadaan kami.


“Pergilah kalian mandi ke sungai. Tapi hati-hati ya, batunya licin.” kata Kakek.

Kami berduapun menuju ke sungai di dekat sawah kakek. Sungai itu tampak dangkal. Kami lalu mencari tempat yang agak dalam. Setelah ketemu kami kemudian mandi di situ.


“Min lihat, ada ikan berkaki.” teriak Hamid.

Amin terkejut dan penasaran dengan temuan Hamid. Amin kemudian berlari menghampiri Hamid.

“Mana sih ikan berkaki?” Tanya Amin penasaran.

“Itu!” Hamid menunjuk segerombolan anak katak yang asyik berenang-renang.

“Ha…ha…ha.” Amin tiba-tiba terbahak-bahak. “Itu bukan ikan berkaki,. Itu kecebong. Kecebong itu anak katak. Bukan ikan.” kata Amin meledek.

Hamidpun ikut tersenyum.

“Dasar anak kota! Masa anak katak dibilang ikan.”

Maklum. Sebagai anak yang lahir dan tumbuh besar di kota, Hamid tentu belum pernah melihat anak katak yang sesungguhnya. Proses perkembangan katak mulai dari berudu menjadi katak, mungkin Hamid tahu. Tapi dia belum pernah melihatnya secara langsung. Jadi dia mengira kalau anak katak itu ikan berkaki. Karena memang bentuk berudu seperti ikan.

Liburan kali ini benar-benar menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi Hamid.


Sabtu, 07 April 2018

SINOPSIS NOVEL


Kali ini saya akan membahas novel yang telah saya baca yang bertemakan horror misteri dengan judul The Monstrumologist karya penulis Amerika Serikat Rick Yancey. Sebelumnya saya telah membaca novel bergenre sama yang saya pinjam dari teman , sehingga saya tertarik untuk membaca novel lain yang bergenre sama. dan kemudian saya memutuskan untuk membeli novel ini. Berikut adalah sinopsis dari novel yang telah saya baca.

Judul Buku                        :  The Monstrumologist
Penulis                              : Rick Yancey
Alih bahasa                       : Nadya Andwiani
Jumlah halaman               : 476 halaman
Tahun Terbit                      : Cetakan kedua, Mei 2017
Penerbit                            : PT Gramedia Pustaka Utama

Tak banyak yang bisa disajikan dalam sebuah buku dengan tema fiksi misteri selain ketakutan, thriller, efek suspense dan tentunya teka-teki yang bisa membuat pembaca penasaran. Apalagi jika berkaitan dengan cerita tentang monster dan makhluk dari dunia geap lainnya. Namun dalam novel The Monstrumologist ini, Rick Yancey seolah mampu mematahkan mitos tentang novel thriller. Dia bisa menyajikan sebuah drama relationship yang mengena, meski terjadi antara seorang ilmuwan ambisius dan anak remaja yang baru saja kehilangan keluarga.

Cerita dibuka dari seorang penulis yang dipanggil pemilik panti. Pemilik panti tersebut menunjukkan buku harian milik salah satu penghuni panti jompo yang wafat, bernama Will Henry. Singkat kata, cerita dalam novel ini diambil dari catatan yang ditulis Will Henry sejak ia masih pra-remaja. Dan isi catatannya sangat mengerikan, absurd  serta susah ditelisik kebenarannya.

Will Henry remaja harus kehilangan kedua orang tua dalam peristiwa kebakaran. Dalam sekejap ia kehilangan segalanya. Sepeninggal kedua orang tuanya, Will tinggal bersama Dr. Warthrop, seorang monstrumolog. Ayah Will begitu memuji sang dokter misterius. Setelah Will tinggal berdua dengan Dr. Warthrop, ia baru mengetahui apa saja yang dikerjakan ayahnya hingga jarang pulang ke rumah bahkan pernah juga meninggalkan rumah sampai beberapa minggu.

Dr. Warthrop selalu menyebut dirinya sebagai seorang ilmuwan namun merahasiakan apa yang sesungguhnya ia teliti. Sang Dokter sangat terobsesi untuk meneliti monster. Dan kali ini yang menjadi fokus utama penelitiannya adalah Anthropophagi, spesies ganas yang hobi makan daging manusia. Di suatu malam, seorang pencuri mayat membawa jasad seorang gadis yang hampir habis dimakan Anthropophagi. Sebuah misteri dimulai. Dr Warthrop curiga jika spesies yang stak pernah diketahui manusia itu jangan-jangan sudah memiliki habitat di tengah hirup-pikuk manusia. Hal itu bisa menjadi tanda bahaya.

 Seperti novel misteri lainnya, penulis pintar mempermainkan rasa penasaran dan juga intensitas ketegangan yang pasti membuat kita seolah ikut di dalam ceritanya. Ketakutan di mana kita tidak tahu akan adanya bahaya yang sedang mengintai dari dalam tanah. Anthropophagi adalah makhluk nokturnal yang  bergerak di malam hari dan tidur di siang hari. Daging selain manusia tidak menarik bagi spesies tersebut. Novel ini menyajikan keseruan yang pasti membuat perut ikut tegang meski hanya dengan membaca.

Yang paling menarik dari novel ini juga bagaimana hubungan antara Dr Warthrop berkembang dari majikan-pembantu atau ilmuwan-asisten menjadi seperti keluarga. Dr Warthrop sebenarnya memiliki masa muda yang membuat Will iba. Ia jauh dari ayah kandungnya dan selalu mengirim surat dari Paris meski si Ayah lebih sibuk dengan pekerjaannya. Will yang merasa kesepian, meski sering benci dengan tindakan acuh sang dokter, lambat laun dapat memahami sisi kesepian sang muncul. Mereka berdua tak jauh berbeda. Will dan si monstrumolog seolah tak menggubris satu sama lain, kesepian yang tanpa ada rasa saling memperdulikan.

Meski ada banyak tokoh lain yang lebih menyebalkan, tapi kita harus menjaga cerita ini tetap intens dari awal hing akhir. Novel ini juga memiliki seri kelanjutannya. Apakah spesies pemakan manusia itu bisa dimusnahkan dan bagaimana sang dokter menyelamatkan desa dengan kemampuan bertarung nyaris nol, hanya bisa dinikmati jika anda mau melahap novel ini.

Kesimpulan setelah membaca novel ini


                Novel ini menurut saya adalah novel yang cukup bagus karna memiliki cerita yang khas. Ceritanya dimulai dari sang penulis yang membaca jurnal harian seoarang penghuni panti jompo yang meninggal, ia tidak memiliki kerabat sehingga penjaga panti kebinggungan mencari kerabat si penghuni panti ini. Ia meninggalkan buku harian yang akhirnya dibaca oleh si penulis dan diceritakan di sepanjang novel. Atmosfir yang di gambarkan dalam novel ini terasa kelam dan dalam suatu kejadian mencekam. Novel ini juga memiliki misteri-misteri yang membuat penasaran sehingga pembaca ingin terus membaca buku ini sampai tamat.
.

Selasa, 03 April 2018

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI


Nama       : Zeky Pratama Saputra
NPM        : 17116925
Kelas       : 2KA19
Dosen    : Dyah Ayu Damayanti

PENGERTIAN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem informasi(SI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan SI terhadap bisnis perusahaan.

Manajemen Layanan Sistem Informasi berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti Six Sigma, ERP, dsb) Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

Manajemen Layanan Sistem Informasi umumnya menangani masalah operasional manajemen sistem informasi dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan softwarekomputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi
Total Quality Management (TQM)

TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.

Six Sigma

Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.

Business Process Management (BPM)

BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.

Capability Maturity Model Integration (CMMI)

CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi

1.        Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.


2.        Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

3.        Software Maintenance Maturity Model

4.        PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT

5.        Application Services Library (ASL)

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.


6.        Business Information Services Library (BISL)

BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)

7.        Microsoft Operations Framework (MOF)

Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.

8.        eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management

eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :

  • Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
  • Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan.
  • Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/
https://en.wikipedia.org/wiki/Application_Services_Library.