Sabtu, 31 Maret 2018

cerpen


GITARKU YANG MALANG

Sore itu aku pulang agak cepat, langit terlihat lusuh gelap ditutupi awan dan turunlah hujan. Bunyi petir yang menggelegar sangatlah menakutkan yang diiringi hujan deras disekitarnya seperti sedang marah. Aku takut untuk nonton tv karna petir apalagi menyalakan handphone. Daripada aku kesambar petir, terus binggung gak ada kerjaan aku duduk dikursi ruangtamu dengan memegang gitar yang kusayangi dan kubanggakan sembari memejamkan mata sambil mengingat kejadian yang sangat memalukan yang pernah aku alami, setiap aku mengingat kejadian itu suara gitarku menjadi kacau yang awalnya merdu menjadi cempreng.

“Genjreng tss..” ternyata senar gitarku yang paling bawah putus.
“au sakit tau” aku berbisik pelan.

Mau tak mau ku stem ulang lagi senarnya. Salah satu kejadian yang memalukan adalah kejadian pagi itu. pada saat disekolah, aku datang dengan membawa tas yang berisi cicak mati dan amin  mengambilnya untuk menakutiku, aku berlari didepan cewek-cewek seperti bencong yang dikejar petugas.

“genjereng tss …. “,
“Untung ga sakit" lagi-lagi senarku putus sambil memohon ke amin untuk tidak mengejarku.

Mencoba untuk tidak merenung lagi tapi gagal karena aku masih memikirkan hal yang memalukan yaitu pada saat latihan tae kwon do yang di ajari sensei Buncit bareng teman-temanku, aku terlihat sangat jago namun gara-gara cicak jatuh menghampiri kepalaku aku lari sampai terjatuh-jatuh untuk memastikan cicaknya sudah pergi dan memang telah pergi namun aku diliatin sama teman-temanku dengan penuh rasa aneh.

“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi,

. Hujan mulai reda akupun berhenti main gitar untuk beristirahat sejenak, tak lama kemuadian aku lanjut bermain gitar namun memikirkan hal-hal yang keren dalam hidupku yaitu pada saat di sekolah aku main futsal dan menjadi salah satu terfavorit disekolah, teriakan bidadari manis yang menyebut namaku terasa merdu sekali.

“dreng-dreng “kali ini bunyinya sangat merdu.

Dan satu lagi kisah menyenangkan yaitu menjadi perwakilan lomba Adzan disekolahku dan memenangkan juara satu, terus aku langsung menjadi anak tenar disekolah.

“drengdrengdreng” merdu sekali,Tiba-tiba terdengar suara dari dapur,
“Hamid mandi!!, sudah 2 hari belum mandi" ternyata itu dari mamahku, akupun membalas “entar ma airnya masih dingin! , lagian baru sehari belum mandi" sautku,
“cepat ntar mama belikan kuota!", kata mamah,
“oke ma otw!!", kataku.
“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi aku baru sadar gitarku bukanlah gitar yang bagus. aku membelinya sebulan yang lalu di pasar poncol.

                “kayaknya rusak ni gitar” bisik ku pelan karna takut disangka orang yang kurang waras karna ngomong dengan gitar. Dan kutinggalkan gitarku yang menjadi saksi bisu suka duka yang setiap kali kualirkan menjadi suara yang bermacam-macam.

#sabtulis

Sabtu, 24 Maret 2018

KISAH HIDUPKU


KISAH HIDUPKU


Pada masa itu adalah waktu tersulit bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. di saat rezim pemimpin yang terkenal karna KKN-nya, Kalutnya kondisi ekonomi serta krisis moneter yang terjadi, menimbulkan kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia. Tak jauh dari salah satu pusat kerusuhan di Jakarta, disekitar daerah komdak, lahirlah seorang anak yang hadir menemani keluarga yang sederhana yang telah menantikannya. Anak yang lahir pada saat itu adalah diriku sendiri, namaku Zeky Ini kisahku

Aku lahir pada  2 september 1998, seperti yang aku telah ceritakan sebelumnya, aku di lahirkan di daerah Jakarta di saat Indonesia sedang dalam keadaan krisis. Nama lengkapku Zeky Pratama Saputra, sudah jelas arti namaku ini karna aku adalah anak pertama. Ayahku adalah seorang wiraniaga dan ibuku adalah ibu rumah tangga. Rumahku dulu adalah tempat yang ramai karna bukan hanya kedua orangtuaku saja yang menemaiku, paman dan bibiku juga tinggal di rumah itu. Aku masi ingat sesekali ketika bibiku pulang dari pasar ia membelikanku kue, aku sangat senang jika bibiku pulang membelikan kue.

Merasakan ramainya rumah tak berlangsung lama , ketika umurku beranjak lima tahun ayahku membeli rumah yang dekat dengan toko dimana ia berdagang, lokasinya di daerah kwitang dekat dengan toko ayahku di daerah senen. Berbeda dengan kondisi rumahku dulu, dirumahku yang baru terasa sangat sepi. Ayah sering berkata waktu aku pindah kerumah baru, aku sering menangis dan meminta ingin pulang kerumah yang lama. Seiring berjalannya waktu aku mulai memiliki teman dan mulai melupakan rumah lamaku.

Ayah ibu memasukanku ke paud ketika umur empat tahun. Setelah memasuki tahun ke dua aku mulai mandiri dengan pergi ke paud tanpa di antar ibuku. Ini karna sebentar lagi aku akan memiliki adik. Aku cukup senang ketika adiku lahir.

Setelah tahun ke dua paud berakhir aku mulai mendaftar di sekolah dasar negri yang dekat dengan rumahku, Yaitu SDN Kenari 01 Pagi, orangtuaku juga memasukanku ke Madrasah yang berjarak sangat dekat dengan rumahku, jadi setelah pulang sekolah beberapa jam kemudian aku mengaji di madrasah. begitu banyak kenangan di awal-awal sekolah dasar yang kulupakan, tetapi aku masi sangat mengingat pengalaman di awal-awal madrasahku. Di madrasah itu memiliki jenjang-jenjang sama seperti di sekolah dasar. aku yang paling muda saat itu karna yang baru saja masuk biasanya sudah kelas dua SD atau lebih, sedangkan aku baru kelas satu waktu itu. Aku bertemu dengan teman-teman yang cukup asik disana. Berbeda dengan sd, di madrasah ini aku lebih banyak bermain disaat jam-jam istirahat seperti bermain bola, bermain klereng, bermain lempar topi dan lain-lain. Bahkan aku pernah meninggalkan kelas hanya untuk bermain bola di Tugu Tani waktu itu, ibuku sampai menanyakan ada rumput apa yang menempel di baju dan celanaku, dan aku panik mencari alasan. Begitulah keseharianku di pengajian karna aku yang paling kecil aku sering kali ikut-ikutan ketika temanku melakukan sesuatu.

Puncaknya ketika kelas tiga madrasah, anak kecil biasanya memiliki jiwa petualang yang sulit dimengerti. Pada hari itu pintu yang menuju tingkat atas terbuka. Jadi salah satu temanku mencoba membuka pintu itu. Ternyata itu adalah pintu menuju atap, kebetulan atap madrasahku berbentuk datar jadi kami mulai bermain disana. Pada saat itu suatu acara di televisi yaitu ninja warrior sedang booming-boomingnya kami sebagai anak kecil sangat mudah tepengaruh dan megikutinya. Kami berlari-larian diatas atap itu yang tenyata cukup luas dan memutar jadi kami berlomba siapa yang bisa memutar dan kembali  ke pintu ini, dan kami pun mulai berlarian.

Dan berikutnya hal yang tidak diduga-duga terjadi. Waktu itu didepan kami ada tembok yang terbuat dari semen, awalnya kami mengurungkan niat karna tembokya cukup tinggi, tetapi salah satu temankun mulai memanjat seperti yang ada di acara televisi, dan berhasil melewatinya. Sontak aku dan temanku yang masi dibelakang mulai berlari mendekati tembok itu. Kami memanjatinya secara bersamaan, tak diduga tembok itu mulai goyah dan jatuh kearah depan. Aku yang panik langsung turun dari tembok dan berlari kebelakang.tetapi salah satu temanku masi berada diatas dan terjatuh bersama tembok itu. Disebelah tembok itu ternyata terdapat tempat yang lebih rapuh yaitu asbes yang sontak ketika tembok itu terjatuh asbes itu hancur dan tembus kelantai bawah. Aku dan temanku berlarian kabur kearah pintu dan ternyata aku yang terkhir sampai dipintu, didepan pintu pak ustad telah menantiku dan menarik bajuku yang berusaha kabur. Aku dan temanku dimarahi dan aku disuruh memanggil orangtuaku untuk menghadap ustad. Aku pulang dan menangis dirumah sembari menyuruh orangtuaku untuk dating ke madrasah itu. Aku merasa lega karna aku tidak di bebani dengan sanksi apapun, yang mendapatkan sanksi paling banyak adalah temanku yang terjatuh sampai bawah yang beruntung ia tidak mendapatkan luka apapun. Sejak saat itu aku mulai berpikir panjang ketika temanku mengajaku dalam melakukan sesuatu.

Begitulah pengalamanku di madrasah yang harusnya menjadi tempat untuk membentuk moral yang baik entah kenapa diriku menjadi liar, mungkin karna pengaruh teman-temanku. Berbeda dengan dimadrasah di sekolah aku adalah anak yang lebih tenang dan terlihat tidak terlalu aktif, mungkin karna aku berteman dengan kutu buku disekolah yang sampai tahun lalu ia masi sering ke rumahku. Hanya saja akhir-akhir ini kabarnya tidak terdengar olehku.

Setiap pulang sekolah biasanya aku bermain dengan temanku, sampai saat rental PS2 mulai di buka di dekat rumahku sepulang sekolah biasanya aku ke rental PS2. Begitulah adiksi pertamaku dengan game dimulai. Yang semakin diperparah ketika aku mendapatkan hadiah PS2 dari ayah. Aku sering menghabiskan waktu sebelum dah sesudah mengaji di madrasah dengan memainkan PS2. Aku masi memiliki adiksi terhadap game sampi saat ini.

Tak terasa waktu terus berjalan. Akhirnya aku kelas enam, aku mulai melirik SMP terdekat dan terbaik. Nilai UN ku terbilang cukup baik dikelas. Aku melirik SMPN 8 karna itu adalah termasuk sekolah favorit, tetapi nasibku kurang beruntung ternyata nilai minimal saat itu naik dan nilai ku tidak mencukupi, akhirnya aku diterima di SMP pilihan ke 2 yaitu SMPN 280. Sahabatku si kutu buku di terima di SMPN 8 jadi semenjak SMP kita tidak sekelas. Di SMP ini aku bertemu dengan teman-teman yang terbilang memiliki jiwa humor yang berlebihan, munkin karna pada saat ini adalah tahap remaja awal. Aku bukanlah termasuk anak yang rajin di kelas, dan nilaiku terbilang kurang baik, ini dikarnakan mata ku yang mulai rabun dikarnakan kebiasaan bermain game di komputer dekat-dekat.

Tetapi pada saat kelas tiga SMP aku mulai sedikit lebih rajin dan orangtuaku memeriksakan mataku ke dokter dan membeli kaca mata. Awal-awlnya aku malu-malu memakai kaca mata, dan hanya menggunakannya pada saat belajar saja. Dan ternyata hasil belajarku membuahkan hasil. Kali ini nilaiku memiliki rata-rata lebih besar daripada SD. Tetapi sayang ketika pendaftaran aku salah memasang strategi yang baik. Aku mendaftarkan tiga sma favorit pada saat itu, dua dari SMA itu berjarak dekat dan terbilang cukup bagus, dan yang terakhir berjarak sekitar sepuluh kilometer dari rumahku. Aku tidak sadar pilihan ke-tiga ku itu berjarak sangat jauh karna terburu-buru dalam pendaftaran. Dan ternyata aku diterima di pilihan ke-tiga yang berjarak sangat jauh.

Kehidupan SMA ku terasa lebih tenang dibandingkan pada saat SMP. Tempatnya jauh dari jalan. SMA ini adalah SMAN 36. Walaupun melelahkan karna jaraknya yang jauh namun begitu banyak kenangan yang tercipta di SMA ini. Di SMA ku terdapat dua jurusan yang bisa kuambil, yaitu IPA dan IPS. Awalnya aku memilih jurusan IPA disaat ujian pemisahan jurusan di mulai, sayangnya aku di tempatkan di kelas IPS. Awalnya aku kurang puas dengan ditempatkannya diriku di kelas IPS, seminggu setelah penentuan kelas ada test ke dua untuk pembagian kelas bagi yang kurang puas dengan jurusan. tetapi setelah seminggu di kelas aku mengurungkan niatku setelah berkenalan dengan teman-teman sekelas.

Aku tak pernah menyesali keputusanku memasuki jurusan IPS. Menurutku IPS adalah ilmu yang lebih realistis dimana hal yang baik belum tentu baik begitupun hal yang buruk tidak seperti ilmu pasti seperti yang di ajarkan di IPA. Bahkan guru sejarahku terkadang mengajari pelajaran sejarah menurut versi dia karna menurutnya sejarah itu tidaklah murni,ia berkata sejarah itu ditulis oleh pemenang, guru matematikaku juga pernah sedikit menyindir dengan candaan, menurutnya jurusan IPS ini adalah jurusan yang paling banyak masuk neraka karna seperti pengacara membela yang salah dan pemimpin yang tidak jujur dan manis di bibir saja.  Banyak dari teman-temanku memang sudah niat masuk jurusan ini, mereka pandai berbicara di depan kelas yang entah kenapa aku ikut terbawa seperti mereka, walaupun sedikit malu-malu.

                Ketika aku di kelas tiga guru Bimbingan Korselingku memberikan tugas tentang jurusan dan universitas apa aku ingin ku ambil nanti. Karna ini hanya sekedar tugas aku membuat tulisan tentang keinginanku masuk jurusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia, tetapi guruku melarang dan menyuruhku mengambil jurusan di lingkup IPS, guruku berkata aku harus memilih jurusan di lingkup IPS karna dasarku adalah IPS. Akhirnya aku menuliskan keingginanku untuk masuk jurusan Kriminologi Di Universitas Yang sama, karna niatku yang ingin membasmi para oknum-oknum yang menghancurkan negri ini.

                Tak terasa UN SMA ku sudah selesai dan aku menerima nilaiku. Nilaiku cukup baik dibandingan teman sekelasku namun aku tak merasa lega karna masi ada ujian masuk di perguruan tinggi. Aku telah mencoba berbagai jalur peneriman Universitas Indonesia, namun taka da satupun yang berhasil. Akhirnya aku mencoba ujian mandiri di UNJ dan Universitas Gunadarma. Beruntung aku berhasil Lolos kedua universitas tersebut dimana UNJ di jurusan psikologi dan Universitas gunadarma di jurusan Sistem Informasi., dan pada akhirnya aku memilih Gunadarma karna jurusan yang memang hobiku. Tertapi entah kenapa disisi lain aku cukup menyesal tidak mengambil jurusan psikologi, rasanya seperti ingin mengambil kedua jurusan ini.

                Dari kisa hidup yang aku ceritakan secara singkat ini aku menyadari bahwa aku adalah orang yang mudah dipengaruhi, dan terkadang merasakan penyesalan berlebihan seperti kejadian tembok ambruk di masjid dan salah memilih sekolah SMA yang ternyata terelalu jauh. Pada dasarnya apapun yang kita hadapi semuanya akan mengalir dengan cepat tanpa harus disesali, segala sesuatu pasti ada hikmahnya untuk menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik

                

#sabtulis

Selasa, 20 Maret 2018

PERANAN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI BAGI LINGKUNAG SEKITAR

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI BAGI LINGKUNAG SEKITAR

Nama       : Zeky Pratama Saputra
NPM        : 17116925
KELAS    : 2KA19
DOSEN    : DYAH AYU DAMAYANTI

Kali ini saya akan sedikit membahas tentang  topic manajemen system informasi bagi lingkungan sekitar yamg diawali dengan pengertian manfaat dan peranan dalam topik yang akan saya bahas. Tanpa panjang lebar mari kita mulai dengan pengertian manajemen layanan system informasi

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode yang mengelola Sistem Informasi (SI) dan secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan Sistem Informasi terhadap bisnis perusahaan.
Manajemen Layanan Sistem Informasi itu berfokus pada proses dan Manajemen Layanan Sistem Informasi tersebut memiliki peminatan yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses seperti Six Sigma, ERP, dan sebagainya. Disiplin tersebut tidak memperdulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola oleh Manajemen Layanan Sistem Informasi, melainkan disiplin tersebut memfokuskan pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan sistem informasi dan interaksi antara personel teknis Teknologi Informasi dengan pengguna Teknologi Informasi.
Manajemen Layanan Sistem Informasi itu pada umumnya menangani masalah tentang operasional manajemen sistem informasi, bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya pada proses pembuatan software komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak yang menjadi fokus perhatiannya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem Teknologi Informasi dan perusahaan tersebut sangat berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung oleh konsumennya.
Jadi, kesimpulan yang dapat diambil menurut saya, Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah suatu metode yang memfokuskan pada konteks dan persepsi konsumen dalam layanan Sistem Informasi dan metode tersebut menangani masalah tentang karakteristik yang ada pada manajemen sistem informasi.

Manfaat dari Manajemen Layanan Sistem Informasi diantaranya

                Dewasa ini kita tentu tidak lepas dengan kecanggihan teknologi yang ada. Berikut ini adalah beberapa manfaat manajemen layanan sistem informasi:

1. menambah kecepatan akses/ aksesibilitas data  tersaji tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa adanya prantara sistem informasi.

2. Menjamin tersedianya keterampilan dan kualitas dalam memanfaatkan sistem informasi secara baik dan rinci.

3.  Mengidentifikasi kebutuhan2 akan keterampilan pendukung sistem informasi.

4. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi

 Layanan sistem informasi memiliki  banyak peran yang sangat efektif dan juga sangat penting bagi organisasi manapun. Layanan sistem informasi memliki banyak peran juga dalam kegiatan – kegiatan bisnis yang sangat operasional, dan juga menunjang oragnisasi agar dapat mengambil kesimpulan, dan juga banyak menunjang keungulan strategi kompeitif dalam organisasi. Contohnya seperti membangun dan pelayanan yang lebih baik lagi yang telah di sediakan oleh pelayanan sistem informasi.
Peranan manajemen layanan sistem informasi bagi lingkungan sekitar ialah sebagai berikut :

Mendukung Operasional Bisnis.

Manajemen layanan sistem informasi menyediakan dukungan dalam operasional bisnis seperti akuntansi hingga penelusuran pesanan pelanggan maupun kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan sehari-hari.

Mendukung Keunggulan Strategis.

          Sistem informasi yang dirancang sedemikian rupa dapat membantu mencapai sasaran mencapai sasaran yang dapat membantu bersaing dengan perusahan-perusahaan lainnya.

Perencanaan Strategi Perusahaan dan Kebijakan

            Untuk mengetahui selera konsumen serta peluang pasar.

Meningkatkan Aksebilitas Data

            Data dapat diakses secara cepat dan on-time dan akurat bagi pemakainya.

Meningkatkan Strategi Suatu Layanan Secara Global dan Menyeluruh

      Mampu meningkatkan persaingan bisnis secara global serta melakukan pengelolaan dan pengawasan pasar.

Meningkatkan Efisiensi Kerja

            Layanan sistem informasi berguna untuk mengolah berbagai macam transaksi, menekan biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

Meningkatkan Daya Saing Bisnis

          Dengan semakin meningkatnya persaingan, manajemen layanan sistem informasi membantu sebuah perusahaan untuk bersaing di pasar bebas karena manfaatnya bagi perusahaan itu sendiri.


Sumber :

https://manggalahesthawa.wordpress.com/2017/03/19/pengertian-manfaat-dan-peranan-manajemen-layanan-sistem-informasi-bagi-lingkungan-sekitar/

Kamis, 15 Maret 2018

Cerpen 

Renungan Hamid di Hari Jum'at

Pada suatu hari, di pagi buta yang terasa dingin, ditemani samarnya matahari pagi. dinginnya pagi tak pernah menyurutkan niat sang waktu dalam melaksanakan kewajibannya. Beberapa menit lagi bel akan nyaring berbunyi menandakan kelas akan dimulai, satu persatu para murid berdatangan ke tempat menimba ilmu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sekolah.  Seperti sekolah lainnya gerbang SMP Tunas Bangsa mulai ditutup ketika bel sudah berbunyi, dan pada saat yang bersamaan salah satu siswa sekolah tersebut, sebut saja Hamid baru saja keluar gerbang pintu rumahnya dan berlari dengan tergesa – gesa menuju tempat biasanya ia menaiki angkutan umum.  beruntung tanpa menunggu, angkutan umum lewat di tempat Hamid biasa menaiki angkutan umum. jalan pada saat itu tidak terlalu macet sehingga Hamid merasa sedikit lega, setibanya di gerbang, ia mulai panik, keringat Hamid mulai bercucuran disaat ia melihat guru yang terlihat gusar yang mungkin bertanya-tanya kenapa masi saja ada yang datang terlambat didalam benaknya.Hamid pun diberi hukuman dan baru deperbolehkan masuk setelah jam berikutnya. Begitulah hari Hamid dimulai dengan perilaku yang kurang baik.

Tak hanya kebiasaan buruk telat masuk sekolah, nilai Hamid juga terbilang buruk karena banyak pelajaran yang nilainya tidak tuntas, tentu saja Karena kesahariannya yang malas. Puncaknya ketika kenaikan  kelas dimana pelajaran matematika bahkan tidak sampai angka 3, Sayangnya SMP Tunas Bangsa cukupp berat dalam memberikan standar kepada murid-muridnya, angka 3 tentu tidak mencukupi standar nilai yang ada. Nilai yang bisa di terima yaitu dikisaran angka 7. Ketika pengambilan rapor Hamid diceramahi habis -  habisan oleh guru didepan orangtuanya. Sontak dalam benak Hamid ada rasa ingin berubah kearah yang lebih baik, Hamid mulai datang ke sekolah tepat waktu, dia mulai sedikit demi sedikit serius dalam mempelajari pelajaran disekolah, begitu pula dirumah dia rajin membaca buku pelajaran. Hal ini tentu beralasan, kini Hamid sudah kelas 3 dan akan melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA, Setiap siswa pasti ingin melajutkan sekolah ke SMA favorit begitu pula Hamid, ia tak mau ketinggalan ia ingin masuk ke SMA favorit dan membahagiakan kedua orangtuanya.

Setelah semester 1 berlalu tibalah saat yang ditunggu tunggu oleh Hamid yaitu pembagian rapor. Hari itu adalah hari libur semester dimana banyak orang melakukan liburan. Tetapi Hamid tidak bisa tenang karena ia menunggu kedatangan ibundanya yang sedang mengambil rapor. Jantung Hamid berdegub kencang sambil menunggu dan terdiam, dibenaknya hanya memikirkan apakah yang ia kerjakan membuahkan hasil. Didalam keheningannya ia terkejut mendengar suara pintu terbuka, jantung Hamid berdegub semakin kencang. Kemudian ibundanya memberikan selembar kertas rapor sementara yang berisikan nilainya. Alangkah senangnya Hamid melihat nilainya cukup baik, kecuali satu pelajaran yaitu matematika, dia tetap mendapat kurang memuaskan masi dikisaran angka 5, sedangkan standarnya adalah 7. Tetapi Hamid merasa cukup puas karena nilainya tidak terlalu buruk.

Tidak terasa 2  bulan lagi ujian nasional atau disingkat UN akan diselengarakan, Pada saat itu UN masi menjadi patokan untuk diterima di SMA sehingga UN sangat penting untuk bisa memasuki SMA impian. Soal yang disajikan dalam UN adalah soal dari kelas 1 sampai 3 dimana pada saat kelas 1 dan 2 Hamid jarang sekali membuka buku pelajaran. Dalam diri Hamid dipenuhi keraguan. Hamid ragu apakah ia bisa mendapatkan hasil UN yang baik untuk masuk ke SMA yang ia inginkan. Ia sudah mulai putus harapan. Rasa pesimis menghantuinya setiap saat, di satu sisi ia ingin mendapatkan nilai yang terbaik di sisi lain ia merasa mustahil untuk mewujudkannya
Sebagai seorang muslim Hamid selalu mengikuti sholat jum’at, Hamid mendengar Khotib yang yang sedang berkhutbah, sang khotib dalam ceramahnya mengatakan “ALLAH swt. Berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:”Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat;30) sontak Hamid temotivasi untuk percaya apa  yang ia kerjakan dengan baik pasti Allah akan memberikan yang terbaik juga,


Hari demi hari Hamid menghabiskan waktu dengan belajar, Ia tak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Terkadang ia juga melakukan sholat tahajud dimalam hari, ia meminta agar dimudahkan dalam proses belajar. Dan tibalah saatnya UN diselengarakan, Hamid merasa sangat sesak sebelum menghadapi soal-soal, sebelum mengerjakan ia memanjatkan doa kepada Allah Swt. Agar diberi ketenangan dan kemudahan dalama menghadapi soal-soal. Tak terasa UN sudah selesai dan sebulan kemudian Hamid menerima hasIl UN. Sebelum membuka hasil UN tak lupa ia memanjatkan doa kepada Allah Swt. Alangkah terkejutntya Hamid melihat hasil dati UN nya mendapat rata-rata 8 lebih. Dan iapun melanjutkan sekolah ke SMA favorit yang diinginkannya. Hamid kini menjadi sosok yang lebih relijius dan rajin. Ini adalah bentuk kecintaannya kepada Allah Swt. Karena disaat dia sedang ragu ragu diberikan keteguhan oleh Allah Swt.
Renungan Jum'at

Pada suatu hari, di pagi buta yang terasa dingin, ditemani samarnya matahari pagi. dinginnya pagi tak pernah menyurutkan niat sang waktu dalam melaksanakan kewajibannya. Beberapa menit lagi bel akan nyaring berbunyi menandakan kelas akan dimulai, satu persatu para murid berdatangan ke tempat menimba ilmu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sekolah.  Seperti sekolah lainnya gerbang SMP Tunas Bangsa mulai ditutup ketika bel sudah berbunyi, dan pada saat yang bersamaan salah satu siswa sekolah tersebut, sebut saja Hamid baru saja keluar gerbang pintu rumahnya dan berlari dengan tergesa – gesa menuju tempat biasanya ia menaiki angkutan umum.  beruntung tanpa menunggu, angkutan umum lewat di tempat Hamid biasa menaiki angkutan umum. jalan pada saat itu tidak terlalu macet sehingga Hamid merasa sedikit lega, setibanya di gerbang, ia mulai panik, keringat Hamid mulai bercucuran disaat ia melihat guru yang terlihat gusar yang mungkin bertanya-tanya kenapa masi saja ada yang datang terlambat didalam benaknya.Hamid pun diberi hukuman dan baru deperbolehkan masuk setelah jam berikutnya. Begitulah hari Hamid dimulai dengan perilaku yang kurang baik.

Tak hanya kebiasaan buruk telat masuk sekolah, nilai Hamid juga terbilang buruk karena banyak pelajaran yang nilainya tidak tuntas, tentu saja Karena kesahariannya yang malas. Puncaknya ketika kenaikan  kelas dimana pelajaran matematika bahkan tidak sampai angka 3, Sayangnya SMP Tunas Bangsa cukupp berat dalam memberikan standar kepada murid-muridnya, angka 3 tentu tidak mencukupi standar nilai yang ada. Nilai yang bisa di terima yaitu dikisaran angka 7. Ketika pengambilan rapor Hamid diceramahi habis -  habisan oleh guru didepan orangtuanya. Sontak dalam benak Hamid ada rasa ingin berubah kearah yang lebih baik, Hamid mulai datang ke sekolah tepat waktu, dia mulai sedikit demi sedikit serius dalam mempelajari pelajaran disekolah, begitu pula dirumah dia rajin membaca buku pelajaran. Hal ini tentu beralasan, kini Hamid sudah kelas 3 dan akan melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA, Setiap siswa pasti ingin melajutkan sekolah ke SMA favorit begitu pula Hamid, ia tak mau ketinggalan ia ingin masuk ke SMA favorit dan membahagiakan kedua orangtuanya.

Setelah semester 1 berlalu tibalah saat yang ditunggu tunggu oleh Hamid yaitu pembagian rapor. Hari itu adalah hari libur semester dimana banyak orang melakukan liburan. Tetapi Hamid tidak bisa tenang karena ia menunggu kedatangan ibundanya yang sedang mengambil rapor. Jantung Hamid berdegub kencang sambil menunggu dan terdiam, dibenaknya hanya memikirkan apakah yang ia kerjakan membuahkan hasil. Didalam keheningannya ia terkejut mendengar suara pintu terbuka, jantung Hamid berdegub semakin kencang. Kemudian ibundanya memberikan selembar kertas rapor sementara yang berisikan nilainya. Alangkah senangnya Hamid melihat nilainya cukup baik, kecuali satu pelajaran yaitu matematika, dia tetap mendapat kurang memuaskan masi dikisaran angka 5, sedangkan standarnya adalah 7. Tetapi Hamid merasa cukup puas karena nilainya tidak terlalu buruk.

Tidak terasa 2  bulan lagi ujian nasional atau disingkat UN akan diselengarakan, Pada saat itu UN masi menjadi patokan untuk diterima di SMA sehingga UN sangat penting untuk bisa memasuki SMA impian. Soal yang disajikan dalam UN adalah soal dari kelas 1 sampai 3 dimana pada saat kelas 1 dan 2 Hamid jarang sekali membuka buku pelajaran. Dalam diri Hamid dipenuhi keraguan. Hamid ragu apakah ia bisa mendapatkan hasil UN yang baik untuk masuk ke SMA yang ia inginkan. Ia sudah mulai putus harapan. Rasa pesimis menghantuinya setiap saat, di satu sisi ia ingin mendapatkan nilai yang terbaik di sisi lain ia merasa mustahil untuk mewujudkannya
Sebagai seorang muslim Hamid selalu mengikuti sholat jum’at, Hamid mendengar Khotib yang yang sedang berkhutbah, sang khotib dalam ceramahnya mengatakan “ALLAH swt. Berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:”Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:”Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat;30) sontak Hamid temotivasi untuk percaya apa  yang ia kerjakan dengan baik pasti Allah akan memberikan yang terbaik juga,


Hari demi hari Hamid menghabiskan waktu dengan belajar, Ia tak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Terkadang ia juga melakukan sholat tahajud dimalam hari, ia meminta agar dimudahkan dalam proses belajar. Dan tibalah saatnya UN diselengarakan, Hamid merasa sangat sesak sebelum menghadapi soal-soal, sebelum mengerjakan ia memanjatkan doa kepada Allah Swt. Agar diberi ketenangan dan kemudahan dalama menghadapi soal-soal. Tak terasa UN sudah selesai dan sebulan kemudian Hamid menerima hasIl UN. Sebelum membuka hasil UN tak lupa ia memanjatkan doa kepada Allah Swt. Alangkah terkejutntya Hamid melihat hasil dati UN nya mendapat rata-rata 8 lebih. Dan iapun melanjutkan sekolah ke SMA favorit yang diinginkannya. Hamid kini menjadi sosok yang lebih relijius dan rajin. Ini adalah bentuk kecintaannya kepada Allah Swt. Karena disaat dia sedang ragu ragu diberikan keteguhan oleh Allah Swt.

Jumat, 09 Maret 2018

PAHLAWAN NASIONAL YANG MENJADI TELADAN

TUANKU IMAM BONJOL

     Kali ini saya akan membahas pahlawan nasional yang bisa dijadikan sebagai suri tauladan karna sifat nya yang mulia. Berhubung kedua orang tua saya lahir di sumatra barat saya akan membahas salah satu pahlawan nasional dari kampung halaman saya yaitu Tuanku Imam Bonjol pahlawan nasional dari sumatra barat.



     Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, yang lahir di Bonjol pada 1 Januari 1772. Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin Shahab (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin Shahab, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota. Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam. Tuanku nan Renceh dari Kamang, Agam dimana ia adalah salah satu pemimpin dari Harimau nan Salapan  dan ia ditunjuk sebagai Imam  (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol.

    Tuanku Imam Bonjol Lahir dari keluarga yang taat beragama. Leluhurnya berasal dari arab, keturunan Rasulullah Muhammad saw. Masa mudanya dipanggil Peto Syarif, kemudian dikenal dengan sebutan Tuanku Mudo, sebutan untuk para Ulama. Ibunya bernama Hamatun, kakeknya bermukim beberapa lama di Afrika utara.

     Seperti yang kita ketahui Imam Bonjol dikenal sebagai salah satu pemimpin perang padri . Pada awal nya perang padri ini adalah perang saudara antar kaum pribumi yaitu kaum minang dan mandailing. Awalnya timbulnya peperangan ini didasari keinginan dikalangan pemimpin ulama di kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalankan syariat Islam  sesuai dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah  atau lebih dikenal "sunni" yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasullullah shalallahu 'alaihi wasallam. Kemudian pemimpin ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan  meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Yang Dipertuan Pagaruyung beserta Kaum Adat  untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan Islam atau bid'ah.

     Untuk mengahdapi kaum padri kaum Adat secara resmi bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda berperang melawan kaum Padri dalam perjanjian yang ditandatangani di Padang, sebagai kompensasi Belanda  mendapat hak akses dan penguasaan atas wilayah darek .Perjanjian itu dihadiri juga oleh sisa keluarga dinasti kerajaan Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Tangkal Alam Bagagar yang sudah berada di Padang waktu itu.

     Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Paderi melawan Belanda, kedua pihak bahu-membahu melawan Belanda, Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Diujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau itu sendiri.

     Adapun hal-hal yang menarik dari Tuanku Imam Bonjol sebagai suri teladan yang baik, yakni beliau orang yang tidak mudah putus asa, walaupun sedang dalam keadaan sulit, dan beliau seorang yang sangat rajin dalam hal menulis sampai-sampai beliau memiliki perpustakaan yang hanya karya beliau sendiri dengan tulisannya sendiri, tekun, cerdik, dalam segala hal karena beliau selalu memperhitungkan untuk semua kejadian yang akan datang. Beliau merupakan keturunan Rasulullah Muhammad saw. Beliau sering dakwah di jalan Allah untuk umat muslim, dan beliau juga memiliki gelar imam. Keyakinan yang beliau pegang selalu teguh dan tak pernah roboh maupun hancur. Keuletan demi Negara Indonesia beliau pertaruhkan nyawanya, dan selalu meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang.

     Walaupun tuanku imam bonjol memiliki banyak kebiasaan baik yang dapat dicontoh . tuanku imam bonjol memiliki satu penyesalan atas tindakan kaum padri atas sesama kaum pribumi, dimana seharusnya berjuang bersama dan bersatu dalam menghadapi penjajah. Tentu hal seperti ini telah menjadi sejarah dimana seharusnya kita dapat bercermin dari sejarah di masa lampau. Ironisnya bangsa kita saat ini tidak pernah belajar dari sejarah, bangsa kita sangat mudah sekali di pecah belah oleh isu-isu seperti sara. Sebaiknya kita lebih memperhatikan masalah-masalah bersama seperti kemiskinan, korupsi dan lain-lain, jangan sampai masalah-masalah yang tidak penting menghambat kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih mempengaruhi perdamaian dan persatuan bangsa.

Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol