TUGAS ILMU BUDAYA
DASAR 3
KISAH
ABRAHAM LINCOLN YANG MENGALAMI BANYAK KEGAGALAN SEBELUM MENJADI PRESIDEN
DOSEN : RAMITA HAPSARI
NAMA : Zeky Pratama Saputra
NPM : 17116925
Berikut adalah
kisah singkat salah satu mantan presden Amerika serikat, Abraham Lincoln. Ia dilahirkan
tahun 1809, yang diusir bersama keluarganya dari tanah milik mereka ketika
usianya baru 7 tahun. kemudian ditinggal mati ibunya saat masih berusia 9
tahun, yang pada usia 22 tahun sempat bekerja sebagai staf administrasi sebuah
toko, namun akhirnya dipecat, yang terjerat utang dari bisnisnya yang bangkrut
pada tahun berikutnya—ia memerlukan waktu sekitar 17 tahun untuk melunasi
utangnya itu. Inilah kisah seorang yang inspiratif, yang "nekad"
mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, dan gagal. yang mencoba berbisnis
lagi dan bangkrut untuk kedua kalinya. pada usia 25 tahun ditinggal mati
kekasih (Ann Rutledge) yang sangat dicintainya, yang mengalami penolakan cinta
pada kesempatan kedua.
pada usia 29—31
tahun dua kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, dan dua-duanya
berakhir dengan kegagalan; yang akhirnya menikahi Mary Todd pada usia 33 dan
kemudian banyak mengalami penderitaan dalam perkawinannya; yang gagal menjadi
anggota kongres pada usia 34 dan 39; yang ditinggal mati ketiga anaknya
(satu\berusia 4 tahun, dan yang lainnya tidak sempat melewati ulang tahun
mereka yang ke-18). Inilah kisah anak manusia, yang mengalami penolakan ketika
melamar ke US Land Office; yang kalah dalam pemilihan anggota senat pada usia
45 tahun; yang menjadi calon Presiden Amerika pada usia 47 tahun dan kalah;
yang kalah lagi dalam pemilihan calon anggota senat 2 tahun berikutnya. Inilah
kisah anak manusia, yang pada usia ke-51 akhirnya terpilih sebagai Presiden
Amerika Serikat. Tidaklah diragukan bahwa manusia yang satu ini mengenal dan
memahami benar apa makna kegagalan dan penderitaan karena ditinggal orang yang
dicintai (ibu, kekasih, dan anakanak), dipecat dari pekerjaan, terjerat utang
dan gagal menjadi praktisi bisnis, gagal menjadi anggota kongres, gagal menjadi
anggota badan legislatif, gagal menjadi senator berulang kali, gagal menjadi
presiden pada kesempatan pertama. Untuk sebagian orang hal-hal semacam itu
dapat mengantar mereka ke rumah sakit jiwa, atau memberikan alasan kuat untuk
bunuh diri. Namun orang ini bertahan. la tidak melakukan tindakan bodoh, tidak
dipenjarakan oleh rasa frustrasi. Manusia yang satu ini memiliki pandangan yang
unik mengenai kegagalan. la pernah berkata: "Tidak penting berapa kali
Anda gagal, yang penting berapa kali Anda bangkit". Dan perjalanan
hidupnya adalah proses kebangkitan dari kegagalan berantai. Potret wajah
manusia yang satu ini dikenal dalam sejarah umat manusia, tidak saja di negeri
yang pernah dipimpinnya—yang kemudian menjadi negara adi kuasa dan cenderung
bertindak sebagai "polisi dunia" dewasa ini—tetapi juga diberbagai
pelosok bumi.
Wajahnya yang
"keras" karena benturan penderitaan itu terpampang dalam dolar-dolar
Amerika. Itulah kisah singkat seorang manusia bernama Abraham Lincoln, yang terpilih
menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun I860. Sebuah kisah tentang kefanaan
dunia. Kisah tentang perjuangan melepaskan diri dari belenggu kegagalan dan
merengkuh keberhasilan yang juga sementara sifatnya. la seolah menjadi
peringatan bahwa seperti judul salah satu novel Sidney Sheldon “nothing lasts
forever”, tiada yang abadi.
Menurut Abraham
Lincoln Kegagalan dalam hidupnya pasti ada akhirnya. Sebab kegagalan dalam
kehidupan Lincoln hanyalah keberhasilan yang tertunda. Tidak penting berapa kali
Anda gagal, yang terpenting berapa kali Anda bangkit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar