Zeky Pratama Saputra
17116925
4KA19
Komponen Processing Control
a. Pengendalian Prosesor (Processor Controls)
CPU (Unit Pengadaan Utama) adalah sumber daya yang paling penting untuk mengalokasikan ke dalam sistem komputer. CPU menjalankan petunjuk program yang diambil dari memori utama. Empat (4) tipe dari pengendalian yang dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan kehilangan dari kesalahan dan penyimpangan yang berhubungan dengan prosedur utama yakni :
1.Deteksi kesalahan/eror dan koreksi
2.Beberapa pilihan eksekusi
3.Pengendalian waktu
4.Replikasi komponen
b. Real Memory Controls
Memori yang nyata dari sebuah sistem komputer terdiri dari jumlah penentuan dari penyimpanan utama yang mana program/data harus di letakan untuk di eksekusi atau di sesuaikan oleh prosesor utama.
c. Virtual Memory Control
Memori virtual sebenarnya ada pada saat ruang penyimpanan LEBIH besar dari pada ruang memori yang ada (real). Untuk mencapai hasil ini, sebuah cara kerja harus di rencanakan kedalam ruang penyimpan memori asli (real).
d. Pengendalian Jejak Audit (Audit Trail Controls)
Jejak audit dalam subsistem pengolahaan memelihara kronologis kejadian mulai dari data di terima dari input atau subsistem komunikasi sampai dari data di berangkatkan ke database, komunikasi atau subsistem pengeluaran.
e. Kontrol Keberadaan (Existence Controls)
Pada tahap ini kita memeriksa adanya pengendalian yang penting yang di sebut sebuah pos pengecekan/fasilitas pengolahaan. Ini adalah cadangan jangka pendek dan pengendalian pemulihan yang dapat memungkinkan sebuah sistem dapat di pulihkan jika terjadi kegagalan yang sementara dan tertentu.
Komponen Database Control
a. Pengendalian Konkurensi (Concurrency Controls)
Tujuan utama adalah untuk mengijinkan pengguna database untuk berbagi sumber data yang sama. Sebaliknya, beberapa versi dari data yang sama harus di pertahankan untuk mendukung para pengguna.
b. Pengendalian Kriptografi (Cryptographic Controls)
Pengendalian kriptografi dirancang untuk mengamankan data pribadi dan untuk menjaga modifikasi data oleh orang yang tidak memiliki wewenang, kriptografi dilakukan dengan mengacak data
sehingga tidak memiliki arti bagi orang yang tidak Dapat menggunakan data tersebut.
c. Pengendalian Penanganan Berkas (File Handling Controls)
Pengendalian ini, di gunakan untuk mencegah kehancuran data yang di sengaja yang terdapat pada media penyimpanan yang di lakukan oleh perangkat keras, perangkat lunak dan operator atau
pengguna yang memuat dan membongkar media penyimpanan yang di gunakan untuk database, pembuangan database, berkas transaksi, berkas pekerjaan, log, dan jejak audit.
d. Pengendalian Jejak Audit (Audit Trail Controls)
Peristiwa yang wajib di catat dari jejak audit: pembutan, modifikasi, penghapusan dan pemulihan. Kontrol jejak audit terdiri dari 2 macam yaitu jejak audit akutansi dan jejak audit operasional.
e. Pengendalian Keluaran (Output Control)
Menurut Weber (1999 : 615) pengendalian keluaran digunakan untuk memastikan bahwa data yang diproses tidak mengalami perubahan yang tidak sah oleh personil komputer dan memastikan hanya personil komputer yang memili wewenang yang dapat menerima output yang telah dihasilkan . Ada beberapa pengendalian yang harus di perhatikan dalam melakukan pengendalian atas output yang di hasilkan.
Contoh aplikasi untuk audit sistem informasi
Audit sistem informasi menggunakan Microsoft Excel
Microsoft Excel adalah program aplikasi yang cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah software tersebut asli atau bajakan. Cara kerja audit berbantuan computer dengan Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software yang lain, yaitu setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.
Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tipe/ekstensi.
KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan diatas adalah processing control dan database control memiliki perbedaan yang menjadikan cirikhas masing-masing. Pada processing control subbsistem pengolahan bertugas bertanggung jawab untuk menghitung, mengurutkan, mengolongkan dan meringkas data. Komponen utama adalah pengolahan pusat yang mana programakan mengeksekusi memori dan menyimpan program data, sistem operasi mengelola sumber daya sistem dan aplikasi program elaksanakan petunjuk untuk mencapai kebutuhan spesifik pengguna sedangkan pada Database control subsistem database menyediakan fungsi untuk mendefinisikan, membuat, mengubah, menghapus, dan membaca data dalam suatu sistem informasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2013100781KABab2001/body.html
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2006200844KABab2.html
https://www.kompasiana.com/fatim/5535b7506ea834fa28da42e4/sistem-komunikasi
http://trisnadi169.blogspot.com/2011/07/software-audit-sistem-informasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar