Sabtu, 31 Maret 2018

cerpen


GITARKU YANG MALANG

Sore itu aku pulang agak cepat, langit terlihat lusuh gelap ditutupi awan dan turunlah hujan. Bunyi petir yang menggelegar sangatlah menakutkan yang diiringi hujan deras disekitarnya seperti sedang marah. Aku takut untuk nonton tv karna petir apalagi menyalakan handphone. Daripada aku kesambar petir, terus binggung gak ada kerjaan aku duduk dikursi ruangtamu dengan memegang gitar yang kusayangi dan kubanggakan sembari memejamkan mata sambil mengingat kejadian yang sangat memalukan yang pernah aku alami, setiap aku mengingat kejadian itu suara gitarku menjadi kacau yang awalnya merdu menjadi cempreng.

“Genjreng tss..” ternyata senar gitarku yang paling bawah putus.
“au sakit tau” aku berbisik pelan.

Mau tak mau ku stem ulang lagi senarnya. Salah satu kejadian yang memalukan adalah kejadian pagi itu. pada saat disekolah, aku datang dengan membawa tas yang berisi cicak mati dan amin  mengambilnya untuk menakutiku, aku berlari didepan cewek-cewek seperti bencong yang dikejar petugas.

“genjereng tss …. “,
“Untung ga sakit" lagi-lagi senarku putus sambil memohon ke amin untuk tidak mengejarku.

Mencoba untuk tidak merenung lagi tapi gagal karena aku masih memikirkan hal yang memalukan yaitu pada saat latihan tae kwon do yang di ajari sensei Buncit bareng teman-temanku, aku terlihat sangat jago namun gara-gara cicak jatuh menghampiri kepalaku aku lari sampai terjatuh-jatuh untuk memastikan cicaknya sudah pergi dan memang telah pergi namun aku diliatin sama teman-temanku dengan penuh rasa aneh.

“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi,

. Hujan mulai reda akupun berhenti main gitar untuk beristirahat sejenak, tak lama kemuadian aku lanjut bermain gitar namun memikirkan hal-hal yang keren dalam hidupku yaitu pada saat di sekolah aku main futsal dan menjadi salah satu terfavorit disekolah, teriakan bidadari manis yang menyebut namaku terasa merdu sekali.

“dreng-dreng “kali ini bunyinya sangat merdu.

Dan satu lagi kisah menyenangkan yaitu menjadi perwakilan lomba Adzan disekolahku dan memenangkan juara satu, terus aku langsung menjadi anak tenar disekolah.

“drengdrengdreng” merdu sekali,Tiba-tiba terdengar suara dari dapur,
“Hamid mandi!!, sudah 2 hari belum mandi" ternyata itu dari mamahku, akupun membalas “entar ma airnya masih dingin! , lagian baru sehari belum mandi" sautku,
“cepat ntar mama belikan kuota!", kata mamah,
“oke ma otw!!", kataku.
“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi aku baru sadar gitarku bukanlah gitar yang bagus. aku membelinya sebulan yang lalu di pasar poncol.

                “kayaknya rusak ni gitar” bisik ku pelan karna takut disangka orang yang kurang waras karna ngomong dengan gitar. Dan kutinggalkan gitarku yang menjadi saksi bisu suka duka yang setiap kali kualirkan menjadi suara yang bermacam-macam.

#sabtulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar