GITARKU YANG MALANG
Sore itu aku pulang agak cepat, langit terlihat lusuh gelap
ditutupi awan dan turunlah hujan. Bunyi petir yang menggelegar sangatlah
menakutkan yang diiringi hujan deras disekitarnya seperti sedang marah. Aku takut untuk nonton tv karna petir apalagi menyalakan handphone. Daripada aku kesambar petir, terus binggung gak
ada kerjaan aku duduk dikursi ruangtamu dengan memegang gitar yang kusayangi
dan kubanggakan sembari memejamkan mata sambil mengingat kejadian yang sangat
memalukan yang pernah aku alami, setiap aku mengingat kejadian itu suara
gitarku menjadi kacau yang awalnya merdu menjadi cempreng.
“Genjreng tss..” ternyata senar gitarku yang paling bawah
putus.
“au sakit tau” aku berbisik pelan.
Mau tak mau ku stem
ulang lagi senarnya. Salah satu kejadian yang memalukan adalah kejadian pagi
itu. pada saat disekolah, aku datang dengan membawa tas yang berisi cicak mati
dan amin mengambilnya untuk menakutiku,
aku berlari didepan cewek-cewek seperti bencong yang dikejar petugas.
“genjereng tss …. “,
“Untung ga sakit" lagi-lagi senarku putus sambil
memohon ke amin untuk tidak mengejarku.
Mencoba untuk tidak merenung lagi tapi gagal karena aku
masih memikirkan hal yang memalukan yaitu pada saat latihan tae kwon do yang di
ajari sensei Buncit bareng teman-temanku, aku terlihat sangat jago namun
gara-gara cicak jatuh menghampiri kepalaku aku lari sampai terjatuh-jatuh untuk
memastikan cicaknya sudah pergi dan memang telah pergi namun aku diliatin sama
teman-temanku dengan penuh rasa aneh.
“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi,
. Hujan mulai reda akupun berhenti main gitar untuk
beristirahat sejenak, tak lama kemuadian aku lanjut bermain gitar namun
memikirkan hal-hal yang keren dalam hidupku yaitu pada saat di sekolah aku main
futsal dan menjadi salah satu terfavorit disekolah, teriakan bidadari manis yang
menyebut namaku terasa merdu sekali.
“dreng-dreng “kali ini bunyinya sangat merdu.
Dan satu lagi kisah menyenangkan yaitu menjadi perwakilan lomba
Adzan disekolahku dan memenangkan juara satu, terus aku langsung menjadi anak
tenar disekolah.
“drengdrengdreng” merdu sekali,Tiba-tiba terdengar suara
dari dapur,
“Hamid mandi!!, sudah 2 hari belum mandi" ternyata itu
dari mamahku, akupun membalas “entar ma airnya masih dingin! , lagian baru
sehari belum mandi" sautku,
“cepat ntar mama belikan kuota!", kata mamah,
“oke ma otw!!", kataku.
“genjreeng tss aauu”, senarnya putus lagi aku baru sadar
gitarku bukanlah gitar yang bagus. aku membelinya sebulan yang lalu di pasar
poncol.
“kayaknya rusak ni
gitar” bisik ku pelan karna takut disangka orang yang kurang waras karna
ngomong dengan gitar. Dan kutinggalkan
gitarku yang menjadi saksi bisu suka duka yang setiap kali kualirkan menjadi
suara yang bermacam-macam.
#sabtulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar